Minggu, 17 Oktober 2010

ROOF GARDEN

ROOF GARDEN, bertanam di atap ala Mesir

Dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan meningkatnya penggunaan gedung-gedung tinggi sebagai tempat tinggal, membuat pemerintah Mesir meluncurkan program yang dikenal sebagai ” Green Food From Green Roof”. Program ini merupakan salah satu upaya optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada, untuk penanaman sayuran/buah-buahan maupun tanaman hias secara hidroponik di balkon dan atap apartemen tempat tinggal warga kota.
Pengembangan Roof Garden yang diutamakan pada wilayah perkotaan padat penduduk, dimaksudkan sebagai upaya penghijauan kota untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat disekitar pemukiman warga. Keuntungan langsung yang diperoleh adalah dapat dihasilkannya bahan pangan segar yang untuk memenuhi kebutuhan akan konsumsi sayuran dan buah-buahan sehari hari. Melalui kegiatan ini juga dapat diciptakan aktivitas kerja baru bagi sebagian penduduk usia senja maupun anak sekolah.


Keuntungan lain yang diperoleh dari pengembangan Roof Garden adalah diperbaikinya kualitas udara di sekitarnya, dengan adanya penambahan suplai oksigen hasil fotosintesis tanaman. Roof Garden juga terbukti dapat mengurangi panas pada lantai dibawahnya dan dapat mengurangi beaya alat pendingin (AC) sebesar 25 – 50%.
Terdapat beberapa sistem penanaman dalam pengembangan Roof Garden. Namun demikian, sistem pertanaman tanpa tanah (soiless culture) merupakan cara yang paling tepat. Hal ini disebabkan oleh relatif ringannya material yang digunakan dan tidak adanya drainasi air yang dapat merusak atap/balkon.
Terdapat beberapa media dan wadah pertanaman yang digunakan, tergantung tujuan pengusahaannya. Penanaman yang dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan sendiri dapat digunakan wadah bekas atau daur ulang dari material yang tidak terpakai.


Sedangkan pada penanaman untuk tujuan komersial, dapat digunakan peralatan khusus untuk budidaya hidroponik, dengan berbagai system, seperti : Hanged bag, NFT, A-Shape maupun Aeroponic.



Terdapat banyak pilihan jenis tanaman yang dapat digunakan dalam mengembangkan Roof Garden. Jenis tanaman tersebut dapat berupa kelompok buah-buahan semusim, sayuran, tanaman hias maupun tanaman berkhasiat obat/aromatik. Oleh beberapa kreator atau pakar pertanaman, juga mulai diciptakan perpaduan (mix-culture) antara pertanaman dan perikanan. Ide ini berawal dari adanya hubungan timbal-balik yang menguntungkan antara tanaman dan ikan/udang dalam mendapatkan sumber nitrogen. Ikan/udang menghasilkan amonia yang dapat ditampung dan bermanfaat bagi tanaman. Untuk menghilangkan bahaya amonia terhadap ikan/udang yang bersangkutan, maka harus dilakukan pergantian air dalam tangki setiap hari.

Penggembangan Roof Garden telah banyak dilakukan di beberapa gedung tinggi (hotel, sekolah, institusi pemerintah), utamanya yang berada di wilayah kota Kairo dan Alexandria. Program ini mendapat sambutan dan pujian dari berbagai pihak, dan disebut sebagai : paradise on the roof atau salad on the sky. Satu hal yang menjadi kendala, adalah untuk menjaga keberlanjutan program tersebut tanpa adanya intervensi dari pemerintah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar